Sabtu, 28 April 2018

Ketika bakteri bertemu dengan luar angkasa


Kuliah Tamu Reporting Science and Technology
Pembicara : Profesor Thomas Djamaluddin dan Vanny Narita, PhD

PEMBICARA 1
                Profesor Thomas Djamaluddin selaku spesialisasi studi navigasi, astronomi, astrofisika saat ini bekerja di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). LAPAN sendiri memiliki visi yaitu menjadi pusat unggulan penerbangan dan antariksa untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri. Lapa juga memiliki 4 kompetensi utama yaitu,
1.       Antariksa dan Sains Atmosfer
2.       Teknologi Penerbangan dan Antariksa
3.       Pengideran Jauh
4.       Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa

Lapan juga memiliki beberapa program utama yang dikerjakan :

1.       Pengembangan Teknologi Satelit
Satelit pada jaman dahulu bisa dikatakan berumur pendek contohnya seperti satelit palapa yang berumur kurang lebih hanya 5 tahun. Untuk membuat satelit yang jauh lebih berkualitas dan panjang umur, lapan mengirimkan belasan enjenir ke Jerman untuk belajar membuat satelit. Satelit yang pertama kali dibuat yaitu LAPAN A1. Kemudian selanjutnya dibuat satelit LAPAN A2 dan LAPAN A3 yang digunakan untuk pemantauan kapal laut, perkebunan, dan pertanian.
2.       Pengembangan Teknologi Pesawat Transport dan Pemantau Maritim tanpa awak
LAPAN juga mengembangkan pesawat untuk transportasi. Seperti pesawat yang pertama kali dibuat yaitu N-219 (N berarti Nusantara, 2 berarti 2 mesin, 19 berarti 19 awak/ penumpang). Proyek ini rencana akan mencangkup beberapa aspek yaitu, penyelamatan kemampuan bangsa dalam rancang bangun pesawat, ekonomi, transportasi, dan memperkuat jaringan SDM teknologi penerbangan.
3.       Pengembangan Teknologi Roket Sonda menuju Roket Peluncur Satelit
Roket Sonda saat ini sedang terus dikembangankan yang direncakan mampu untuk meluncurkan sendiri satelit  buatan Indonesia. Selama ini satelit buatan Indonesia harus diluncurkan menggunakan roket dari negara lain. Pengupayaan roket ini juga akan dipergunakan untuk memperkuat pertahanan nasional.
4.       Pengembangan Bank Data Pengideran Jauh Nasional
LAPAN juga mengembangkan data dari satelit pengideraan jauh yang saat ini sudah menghasilkan gambar-gambar yang memiliki resolusi lebih baik.
5.       Pengembangan Sistem Pemantau Bumi Nasional
Sistem pemantau ini yang nantinya akan memberikan info ke kementrian dengan guna untuk meminimalisir dampak akibat bencana tertentu seperti, kebakaran hutan. Sistem ini juga dapat digunakan untuk memantau fase pertumbuhan padi, zona potensi penangkapan ikan dengan menggunakan teknologi dengan memanfaatkan deteksi gelombang laut yang diharapkan mampu membantu nelayan karena tidak perlu lagi mencari ikan karna sudah tahu persis letak potensi menangkap ikan. sistem ini juga dipergunakan untuk memantau pulau-pulau kecil yang berada di bagian terluar Indonesia.
6.       Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Dinamika Atmosfer Ekuator
Sistem yang sedang dikembangkan oleh LAPAN yaitu SADEWA. Sadewa sendiri merupakan sistem peringatan bencana dengan cara memonitor kejadian hujan dan mengirimkan informasi peringatan dini melalui website, e-mail, dan pesan singkat (SMS) kepada pihak-pihak terkait dengan penanggulangan bencana.
7.       Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Cuaca Antariksa dan Observatorium Nasional
SANTANU berguna untuk mengetahui curah hujan ekstrim yang mungkin sering terjadi di Indonesia. Selain itu juga bisa unutk mendeteksi adanya badai matahari. Pemantauan benda jatuh antariksa bekerja sama dengan BAPETEN dalam pengukuran dampak radiasi dari benda antariksa.

PEMBICARA 2
                Ibu Vanny Narita, PhD juga membagikan ceritanya seputar pengalamannya dari awal berkuliah sampai sekarang ia menjadi peneliti yang independen. Ibu Vanny mengatakan bahwa pada dasarnya sekarang antibiotik sudah tidak berfungsi sama seperti dulu. Antibiotik yang sekarang tidak lagi bisa mengatasi bakteri karena bakteri yang sekarang sudah berevolusi dan sudah kebal terhadap antibiotik yang sudah ada sekarang. Perlu adanya pembaharuan teknologi yang dapat mengatasi bakteri yang sudah mulai berevolusi. Antibiotik yang sekarang ada itu sebenarnya masih dapat membunuh bakteri, tetapi terdapat bakteri-bakteri yang sudah ressistant yang tidak lagi dapat dibunuh dengan antibiotik sekarang.


SESI TANYA JAWAB
1.       Q : Kenapa sistem yang dibuat oleh LAPAN tidak diberikan langsung kepada masyarakat ?
A : Distribusi data kepada masyarakat awalnya diberikan ke kementrian daerah secara gratis tergantung dari masing-masing daerah siapnya kapan. Lebih mudah mendistribusikan data melalui pejabat setempat dari pada harus memberikannya kepada masyarakat langsung.
2.       Q : Kenapa Indonesia tidak menerbangkan satelit dengan roket sendiri ?
A : Roket yang dikembangkan di Indonesia belum mampu untuk menerbangkan satelit. Negara – negara di ASEAN pun belum ada yang bisa mengembangkan roket sendiri.
3. Q : Ketika sakit apakah dokter memberikan antibiotik secara benar, dalam arti tidak menguntungkan perusahaan antibiotik itu sendiri, kemudian harus percaya dokter atau penelitian ilmiah?
A : Panduan tentang antibiotik sudah ada yaitu dari WHO. Kalau ditanya percaya mana, harus melihat keduanya. Kemudian, kritis juga untuk menanyakan apakah penyakit yang diderita dan apakah obat yang diberikan sudah tepat.
4.       Q : Bagaimana caranya membunuh bakteri jika bakterinya resistant terhadap antibiotiknya ?
A : Tidak semua bakteri resistant terhadap antibiotik. Tetapi yang resistant akan tumbuh lebih kuat dan biasanya bakteri tersebut “mengajarkan” kepada bakteri lainnya untuk resistant.
5.       Q : Apakah alien itu ada ?
A : Tentu sangat mungkin diluar sana terdapat kehidupan yang menyerupai manusia. Tetapi untuk tiba di Bumi sendiri mereka perlu melewati waktu yang panjang. Syarat adanya kehidupkan yaitu suhu yang pas dan harus ada air.