Senin, 02 Juli 2018

Mitos vs Fakta Pada Menstruasi



Menstruasi? Ya, kata menstruasi atau haid bukan lagi hal yang asing untuk kaum perempuan. Menstruasi sudah menjadi hal yang normal terjadi dalam kehidupan wanita dan berhubungan dengan kesehatan tubuh mereka. Kalian pernah gak sih mendengar hal apa saja yang dilarang untuk dilakukan pada saat perempuan sedang menstruasi? Seperti, salah satunya jokes laki – laki adalah jangan mendekati perempuan pada saat dia sedang menstruasi karena jika ia marah, perang dunia ketiga akan dimulai. Kenapa hal itu dapat terjadi? Apa hubungannya sih antara menstruasi dan mood? Sebelum menjawab pertanyaan itu, mending kita kenalan dulu yuk dengan menstruasi!

Apa itu Menstruasi?
Jika dalam dunia laki – laki, mimpi basah merupakan peristiwa penting begitu juga dalam dunia perempuan. Menstruasi merupakan peristiwa yang sangat penting untuk diingat loh! Bobak menjelaskan lewat bukunya yang berjudul Manajemen Kesehatan Menstruasi, peristiwa ini terjadi karena adanya pendarahan periodik dari rahim yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Umumnya, siklus menstruasi terjadi dalam rentang waktu selama 28 hingga 35 hari dan lama menstruasi sendiri antara 3 hingga 7 hari. Mary, lewat salah satu jurnalnya yang berjudul Puberty and Periods mengatakan bahwa menstruasi pertama akan terjadi antara umur 8 tahun hingga 13 tahun. Tanda – tanda pertama yang akan berubah adalah pada bagian tubuh serta cara berpikir. dr. Ritawaty, seorang dokter umum juga menambahkan bahwa menstruasi akan berhenti pada saat seorang perempuan memasuki fase menopause. Pengetahuan seputar menstruasi juga harus di ketahui oleh para perempuan loh! Mulai dari jadwal menstruasi, kebersihan yang harus dijaga, dan kondisi mental pada saat menstruasi itu datang.

Apa itu PMS dan PMDD?
Jangan dekat – dekat, gua lagi PMS! Kalian pasti sering denger dong saat temen perempuan kalian bilang seperti itu? Tapi, sebenarnya apa sih itu PMS? Dan apa perbedaannya dengan PMDD? Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists, dalam buku Manajemen Kesehatan Menstruasi, Pre-menstrual syndrome (PMS) merupakan sekumpulan gejala yang tidak menyenangkan baik dalam fisik maupun psikis, yang dialami oleh perempuan menjelang masa menstruasi, yaitu sekitar satu atau dua minggu sebelum menstruasi. Gejala – gejalanya seperti merasakan pembengkakan dan rasa nyeri pada payudara, timbul jerawat, nafsu makan meningkat terutama terhadap cemilan yang manis dan asin yang akan mengakibatkan bertambahnya berat badan, perut terasa mulas dan kembung bahkan terkadang disertai dengan keram, konstipasi atau sembelit, sakit kepala, dan pegal linu. Selain itu, terkadang terdapat pembengkakan di ujung - ujung jari tangan atau kaki, nyeri punggung, lemas dan lesu. Kondisi mental juga kadang kala terganggu seperti mudah lelah, mudah cemas dan tersinggung, uring - uringan, depresi, sulit berkonsentrasi, dan gangguan tidur atau insomnia. Gejala PMS ini akan hilang begitu haid mulai atau bahkan 1-2 hari menjelang menstruasi.
Disisi lain, Pre-menstrual Dysphoric Disorder (PMDD) atau Gangguan Disforik Pra-menstruasi merupakan gejala PMS yang jauh lebih parah terutama pada gangguan psikologis atau emosional. Perempuan yang menderita gejala ini akan menjadi sangat emosional dan mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, cepat merasa frustasi, dan depresi. The American Psychiatric Association membuat daftar 11 gejala potensial dari PMDD yaitu, mulai dari merasa sangat sedih, putus asa, mencela diri sendiri, tegang, cemas atau gelisah, suasana hati yang tidak stabil, dan sering diselingi dengan tangisan. Selain itu, perempuan yang mengalami PMDD susah mengontrol kemarahan mereka dengan baik. Peningkatan konflik interpersonal, menurunnya minat pada kegiatan yang biasa dilakukan yang mungkin berhubungan dengan penarikan diri dari hubungan sosial hingga kesulitan berkonsentrasi, sering merasa lelah, lesu atau kurang energi, perubahan pada nafsu makan yang mungkin berhubungan dengan keinginan terhadap makanan tertentu, hipersomnia atau insomnia, dan perasaan subjektif karena kewalahan atau kehilangan kendali. Pada fisik dapat mengalami perubahan seperti adanya rasa nyeri atau pembengkakkan pada payudara, kepala, nyeri sendi atau otot, kembung, dan berat badan naik.

Mitos vs Fakta Seputar Menstruasi
Saat seorang perempuan sedang mengalami menstruasi, hal tersebut dapat menimbulkan perbincangan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menstruasi. Orang-orang terdekat dan kerabat yang berasal dari berbagai latar belakang akan memberikan banyak saran terkait menstruasi. Seperti, tidak boleh keramas saat menstruasi hari pertama, tidak boleh minum minuman bersoda atau minuman dingin saat menstruasi, dan masih banyak lagi. Dari survei telah yang kami lakukan, dari 151 responden wanita terdapat 56% yang melakukan hal – hal yang dijadikan sebagai mitos. Yang menjadi pertanyaan, sebenarnya hal itu bener gak sih? Dalam artikel ini, kita akan mengetahui mana saja sih yang sebenarnya benar dan yang mana saja yang sebenarnya hanya mitos belaka!
Kalian pernah mendengar kalau saat menstruasi, dengan meminum minuman bersoda akan membantu memperlancar menstruasi gak sih? Hal itu ternyata ditentang dalam dunia kedokteran dan bisa dipastikan hanya menjadi MITOS belaka loh! dr. Ritawaty, menjelaskan bahwa dengan memperbanyak minum air mineral atau air putih akan membantu memperlancar menstruasi. Sedangkan, untuk larangan mengkonsumsi es pada saat menstruasi yang dipercaya hingga 51% dari survey yang sempat dilakukan merupakan sebuah FAKTA. Dinginnya es yang dikonsumsi dapat membekukan darah yang ada dalam tubuh. Hal tersebut membuat proses pembuangan darah kotor saat menstruasi menjadi sedikit terganggu akibat pembekuan tersebut.
Kalian pernah minum obat birth control? Obat yang kurang dipercaya oleh sebagian perempuan ini ternyata FAKTA loh! Dengan meminum obat tersebut, siklus haid akan semakin lancar karena obat tersebut berisi hormon. Rita menjelaskan bahwa memang tidak semua perempuan harus meminum obat tersebut, tetapi terdapat sebagian perempuan yang siklus menstruasinya tidak teratur. Selain itu, terdapat efek – efek samping yang dapat ditimbulkan saat kalian rutin meminum obat ini loh! Seperti, meningkatnya nafsu makan dan kanker payudara. Maka dari itu, disarankan pada saat ingin mengonsumsinya lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang bersangkutan ya, ladies!
Kalian pasti sering banget dilarang buat keramas saat menstruasi. Larangan keramas saat menstruasi ini ternyata MITOS loh! Saat kalian dalam masa menstruasi, darah kotor yang keluar dari tubuh akan membuat kalian lebih cepat lesu dan lelah. Nah, pada saat kalian keramas ditakutkan akan membuat tubuh kalian semakin lemah dan sakit. Maka dari itu, hal ini dilarang dari dulu tetapi sebenarnya, keramas saat menstruasi di perbolehkan dalam dunia medis.
Ketika menstruasi sedang berlangsung, biasanya perempuan mengalami perubahan mood atau yang biasa dikenal dengan mood swings. Sandy Katasasmia yang merupakan seorang psikolog menjelaskan bahwa gejala dari mood swings dapat terlihat dari perubahan perilaku perempuan tersebut seperti mudah terbawa emosi, mudah tersinggung, dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan FAKTA yang ada ketika menstruasi loh! Dijelaskan dalam dunia medis ketika perempuan sedang mengalami proses menstruasi, hormon - hormon yang ada dalam tubuh menjadi tidak stabil. Hal tersebut menjadi pemicu terjadinya mood swing pada perempuan yang sedang mengalami proses menstruasi.
Saat hormon tidak stabil, apapun dapat terjadi seperti seorang perempuan akan mengalami menstruasi 2 hingga 3 kali dalam sebulan atau tidak mengalami menstruasi dalam 1 bulan itu. Ini bukan sebuah penyakit tetapi ketidakstabilan hormon lah yang terjadi. Lewat jurnal yang berjudul How Your Menstrual Cycle Affects Your Behavior, Jennifer Acosta menyarankan untuk mengunjungi salah satu dokter yang bersangkutan dan melihat kestabilan hormon dalam diri kalian. Selain itu, pada saat menstruasi datang kalian harus lebih menjaga emosi, menjaga kebersihan di area kewanitaan, dan mencari informasi terkait dengan hal tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan Kecemasan Terhadap Ketidakteraturan Siklus Mentruasi Pada Siswi Kelas VIII di SMP Negeri 1 Bergas, Ni Kadek dan teman – teman menyebutkan bahwa kurang dari 41,7% siswi ternyata kurang mendapatkan informasi terkait menstruasi.  Selain itu, cobalah untuk dapat mengontrol emosi kalian dan perasaan agar tidak menjadi lebih sensitif dan depresi. Carilah beberapa kesibukan seperti olahraga, membaca, atau cobalah beberapa hal baru untuk mengalihkan perhatian kalian dari mood swing itu sendiri. Kalau bukan kalian yang menjaga hal tersebut siapa lagi?


Daftar Pustaka
Jurnal
·         How Your Menstrual Cycle Affects Your Behavior oleh Jennifer Acosta Scott.
·         Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan Kecemasan Terhadap Ketidakteraturan Siklus Menstruasi oleh Ni Kadek Marta Ayunita Sangging, Heni Setyowati, Eko Mardiyaningsih, dan Ngudi Waluyo.
·         All About Menstruation.
Buku
Manajemen Kesehatan Menstruasi






Created by:
Nathania Narda - 10351
Tascia S - 10517
Natassha - 11717
Riska A - 10785
Melvina - 11578
Chintya C - 10649
Yenny O - 10778
Septiandi R - 10753