Apa itu Menstruasi?
Jika dalam dunia laki – laki, mimpi
basah merupakan peristiwa penting begitu juga dalam dunia perempuan. Menstruasi
merupakan peristiwa yang sangat penting untuk diingat loh! Bobak menjelaskan
lewat bukunya yang berjudul Manajemen Kesehatan Menstruasi, peristiwa ini
terjadi karena adanya pendarahan periodik dari rahim yang dimulai sekitar 14
hari setelah ovulasi secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Umumnya, siklus menstruasi terjadi dalam
rentang waktu selama 28 hingga 35 hari dan lama menstruasi sendiri antara 3
hingga 7 hari. Mary, lewat salah satu jurnalnya yang berjudul Puberty and
Periods mengatakan bahwa menstruasi pertama akan terjadi antara umur 8 tahun
hingga 13 tahun. Tanda – tanda pertama yang akan berubah adalah pada bagian
tubuh serta cara berpikir. dr. Ritawaty, seorang dokter umum juga menambahkan
bahwa menstruasi akan berhenti pada saat seorang perempuan memasuki fase
menopause. Pengetahuan seputar menstruasi juga harus di ketahui oleh para
perempuan loh! Mulai dari jadwal menstruasi, kebersihan yang harus dijaga, dan
kondisi mental pada saat menstruasi itu datang.
Apa itu PMS dan PMDD?
Jangan dekat – dekat, gua lagi PMS!
Kalian pasti sering denger dong saat temen perempuan kalian bilang seperti itu?
Tapi, sebenarnya apa sih itu PMS? Dan apa perbedaannya dengan PMDD? Menurut
American Congress of Obstetricians and Gynecologists, dalam buku Manajemen
Kesehatan Menstruasi, Pre-menstrual syndrome (PMS) merupakan sekumpulan gejala
yang tidak menyenangkan baik dalam fisik maupun psikis, yang dialami oleh
perempuan menjelang masa menstruasi, yaitu sekitar satu atau dua minggu sebelum
menstruasi. Gejala – gejalanya seperti merasakan pembengkakan dan rasa nyeri
pada payudara, timbul jerawat, nafsu makan meningkat terutama terhadap cemilan
yang manis dan asin yang akan mengakibatkan bertambahnya berat badan, perut
terasa mulas dan kembung bahkan terkadang disertai dengan keram, konstipasi
atau sembelit, sakit kepala, dan pegal linu. Selain itu, terkadang terdapat pembengkakan
di ujung - ujung jari tangan atau kaki, nyeri punggung, lemas dan lesu. Kondisi
mental juga kadang kala terganggu seperti mudah lelah, mudah cemas dan
tersinggung, uring - uringan, depresi, sulit berkonsentrasi, dan gangguan tidur
atau insomnia. Gejala PMS ini akan hilang begitu haid mulai atau bahkan 1-2
hari menjelang menstruasi.
Disisi lain, Pre-menstrual Dysphoric
Disorder (PMDD) atau Gangguan Disforik Pra-menstruasi merupakan gejala PMS yang
jauh lebih parah terutama pada gangguan psikologis atau emosional. Perempuan
yang menderita gejala ini akan menjadi sangat emosional dan mudah tersinggung,
sulit berkonsentrasi, cepat merasa frustasi, dan depresi. The American
Psychiatric Association membuat daftar 11 gejala potensial dari PMDD yaitu,
mulai dari merasa sangat sedih, putus asa, mencela diri sendiri, tegang, cemas
atau gelisah, suasana hati yang tidak stabil, dan sering diselingi dengan
tangisan. Selain itu, perempuan yang mengalami PMDD susah mengontrol kemarahan mereka
dengan baik. Peningkatan konflik interpersonal, menurunnya minat pada kegiatan
yang biasa dilakukan yang mungkin berhubungan dengan penarikan diri dari
hubungan sosial hingga kesulitan berkonsentrasi, sering merasa lelah, lesu atau
kurang energi, perubahan pada nafsu makan yang mungkin berhubungan dengan
keinginan terhadap makanan tertentu, hipersomnia atau insomnia, dan perasaan
subjektif karena kewalahan atau kehilangan kendali. Pada fisik dapat mengalami
perubahan seperti adanya rasa nyeri atau pembengkakkan pada payudara, kepala, nyeri
sendi atau otot, kembung, dan berat badan naik.
Mitos vs Fakta Seputar Menstruasi
Saat seorang perempuan sedang
mengalami menstruasi, hal tersebut dapat menimbulkan perbincangan mengenai apa
yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menstruasi. Orang-orang terdekat dan
kerabat yang berasal dari berbagai latar belakang akan memberikan banyak saran
terkait menstruasi. Seperti, tidak boleh keramas saat menstruasi hari pertama,
tidak boleh minum minuman bersoda atau minuman dingin saat menstruasi, dan
masih banyak lagi. Dari survei telah yang kami lakukan, dari 151 responden
wanita terdapat 56% yang melakukan hal – hal yang dijadikan sebagai mitos. Yang
menjadi pertanyaan, sebenarnya hal itu bener gak sih? Dalam artikel ini, kita
akan mengetahui mana saja sih yang sebenarnya benar dan yang mana saja yang
sebenarnya hanya mitos belaka!
Kalian pernah mendengar kalau saat
menstruasi, dengan meminum minuman bersoda akan membantu memperlancar
menstruasi gak sih? Hal itu ternyata ditentang dalam dunia kedokteran dan bisa
dipastikan hanya menjadi MITOS belaka loh! dr. Ritawaty, menjelaskan bahwa dengan memperbanyak minum air mineral atau air
putih akan membantu memperlancar menstruasi. Sedangkan, untuk larangan
mengkonsumsi es pada saat menstruasi yang dipercaya hingga 51% dari survey yang
sempat dilakukan merupakan sebuah FAKTA. Dinginnya es yang dikonsumsi dapat
membekukan darah yang ada dalam tubuh. Hal tersebut membuat proses pembuangan
darah kotor saat menstruasi menjadi sedikit terganggu akibat pembekuan
tersebut.
Kalian pernah minum obat birth control? Obat yang kurang dipercaya
oleh sebagian perempuan ini ternyata FAKTA loh! Dengan meminum obat tersebut,
siklus haid akan semakin lancar karena obat tersebut berisi hormon. Rita
menjelaskan bahwa memang tidak semua perempuan harus meminum obat tersebut,
tetapi terdapat sebagian perempuan yang siklus menstruasinya tidak teratur.
Selain itu, terdapat efek – efek samping yang dapat ditimbulkan saat kalian
rutin meminum obat ini loh! Seperti, meningkatnya nafsu makan dan kanker
payudara. Maka dari itu, disarankan pada saat ingin mengonsumsinya lebih baik
berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang bersangkutan ya, ladies!
Kalian pasti sering banget dilarang
buat keramas saat menstruasi. Larangan keramas saat menstruasi ini ternyata
MITOS loh! Saat kalian dalam masa menstruasi, darah kotor yang keluar dari
tubuh akan membuat kalian lebih cepat lesu dan lelah. Nah, pada saat kalian
keramas ditakutkan akan membuat tubuh kalian semakin lemah dan sakit. Maka dari
itu, hal ini dilarang dari dulu tetapi sebenarnya, keramas saat menstruasi di
perbolehkan dalam dunia medis.
Ketika menstruasi sedang berlangsung,
biasanya perempuan mengalami perubahan mood atau yang biasa dikenal dengan mood swings. Sandy Katasasmia yang
merupakan seorang psikolog menjelaskan bahwa gejala dari mood swings dapat terlihat dari perubahan perilaku perempuan
tersebut seperti mudah terbawa emosi, mudah tersinggung, dan lain sebagainya.
Hal tersebut merupakan FAKTA yang ada ketika menstruasi loh! Dijelaskan dalam
dunia medis ketika perempuan sedang mengalami proses menstruasi, hormon - hormon
yang ada dalam tubuh menjadi tidak stabil. Hal tersebut menjadi pemicu terjadinya
mood swing pada perempuan yang sedang
mengalami proses menstruasi.
Saat hormon tidak stabil, apapun
dapat terjadi seperti seorang perempuan akan mengalami menstruasi 2 hingga 3
kali dalam sebulan atau tidak mengalami menstruasi dalam 1 bulan itu. Ini bukan
sebuah penyakit tetapi ketidakstabilan hormon lah yang terjadi. Lewat jurnal
yang berjudul How Your Menstrual Cycle
Affects Your Behavior, Jennifer Acosta menyarankan untuk mengunjungi salah
satu dokter yang bersangkutan dan melihat kestabilan hormon dalam diri kalian. Selain
itu, pada saat menstruasi datang kalian harus lebih menjaga emosi, menjaga
kebersihan di area kewanitaan, dan mencari informasi terkait dengan hal
tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan Kecemasan Terhadap
Ketidakteraturan Siklus Mentruasi Pada Siswi Kelas VIII di SMP Negeri 1 Bergas,
Ni Kadek dan teman – teman menyebutkan bahwa kurang dari 41,7% siswi ternyata
kurang mendapatkan informasi terkait menstruasi. Selain itu, cobalah untuk dapat mengontrol
emosi kalian dan perasaan agar tidak menjadi lebih sensitif dan depresi.
Carilah beberapa kesibukan seperti olahraga, membaca, atau cobalah beberapa hal
baru untuk mengalihkan perhatian kalian dari mood swing itu sendiri. Kalau bukan kalian yang menjaga hal
tersebut siapa lagi?
Jurnal
·
How Your Menstrual Cycle Affects Your Behavior
oleh Jennifer Acosta Scott.
Link: https://www.everydayhealth.com/womens-health/how-your-menstrual-cycle-affects-your-behavior.aspx
·
Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan
Kecemasan Terhadap Ketidakteraturan Siklus Menstruasi oleh Ni Kadek Marta
Ayunita Sangging, Heni Setyowati, Eko Mardiyaningsih, dan Ngudi Waluyo.
Link: https://media.neliti.com/media/publications/108682-ID-hubungan-pengetahuan-tentang-menstruasi.pdf
·
All About Menstruation.
Buku
Manajemen Kesehatan Menstruasi
Created by:
Nathania Narda - 10351
Tascia S - 10517
Natassha - 11717
Riska A - 10785
Melvina - 11578
Chintya C - 10649
Yenny O - 10778
Septiandi R - 10753
