Summary –
How to Write a Science News Story Based on a Research Paper, Bab 2 Reporting
Science Journal
Review -Mirrors
have revealed something new about manta rays – and it reflects badly on us
Menjadi wartawan sains mungkin
gampang-gampang susah. Reporter lain mungkin memiliki sumber beritanya
masing-masing, sedangkan reporter sains memiliki jurnal atau makalah sebagai
sumbernya. Setiap harinya ada begitu banyak jurnal yang dipublish, maka dari itu wartawan sains tidak akan pernah kehabisan
sumber berita. Dari sekian banyak jurnal yang ada, wartawan harus mampu
memilah-milah mana jurnal yang akan digunakan dan mana yang tidak bisa
digunakan.
Ketika ingin memberitakan jurnal
sains, seorang wartawan harus membaca jurnal tersebut, paling tidak abstrak
yang ada pada jurnal tersebut. Jangan lupa menverifikasi setiap fakta yang ada
dalam jurnal kepada pemilik jurnal tersebut lewat wawancara misalnya. Jangan menjadi
wartawan yang mudah percaya dengan segala yang disebutkan didalam jurnal
tersebut. Harus menjadi wartawan yang “penasaran” akan setiap informasi yang
ada. Ketika sudah mulai pada tahap menulis, jangan lupa perhatikan headline penulisan. Buatlah suatu awal
yang menarik agar pembaca penasaran akan apa yang ada didalam artikel yang kita
tulis. Tulislah secara detil terutama apa yang membuat pembaca kebingungan. Untuk
lebih detail berikut merupakan
rangkuman bagaimana cara menulis sebuah artikel berita yang berdasarkan jurnal
:
a. Cari makalah
yang bagus
Carilah makalah
yang menarik bagi banyak orang dan menyenangkan untuk dikerjakan. Sesuatu yang
membosankan tentu akan membuat penulis menjadi tidak semangat ketika menulisnya.
b. Baca
Bacalah dari
mulai abstraknya, ketika sudah mulai tertarik bisa membaca lebih detail ke
pendahuluan untuk mengetahui konteks yang ada, dan kesimpulan untuk hasil. Jangan
lupa untuk mencari aspek penting yang ada di jurnal tersebut, misalnya metode
yang digunakan, dsb.
c. Kepentingan
Periksa konflik
yang menarik didalamnya
d. Dapatkan konteks
Kenali studi-studi
sebelumnya untuk melihat konteks yang hendak diteliti dalam jurnal tersebut.
e. Wawancara penulis
Wawancara dengan
penulis tentu akan membuat jurnal menjadi leboh berwarna dan indah. Minta penulis
untuk menverifikasi tulisan mereka. Gunakan apa yang mereka ucapkan menjadi
kutipan.
f.
Dapatkan pendapat ilmuan lain
g. Cari apa
yang menarik untuk dijadikan “headline”
h. Ingat anda
menulis untuk siapa
Jangan anggap
pembaca anda semua tertarik dengan dunia sains yang membosankan. Buat cerita
yang menarik secara umum.
i.
Jadilah benar
Sebelum menulis
cek segala fakta yang ada dan pastikan segalanya terverifikasi.
j.
Tulislah dengan baik
Umumnya wartawan
akan memilih makalah yang sama untuk diliput. Maka, buatlah sesuatu yang unik,
menarik, dan menyegarkan.
Dengan petunjuk diatas
mungkin menulis sains akan menjadi sedikit lebih mudah, walaupun dalam menulis
sains banyak yang harus dipastikan dan gimana caranya membuat segalanya menarik
untuk dibaca. Selanjutnya terdapat contoh artikel yang ditulis berdasarkan
jurnal. Artikel ini berasal dari theguardian.com.
Guardian banyak mengeluarkan artikel sains berdasarkan jurnal yang sudah
diteliti. Misalnya saja dari artike yang berjudu “Mirrors have revealed
something new about manta rays – and it reflects badly on us” karya Lauren
Smith. Artikel ini bercerita tentang ikan dalam kasus ini yaitu Pari Manta yang
di uji coba menggunakan MSR atau cermin untuk membuktikan kecerdasannya.
Bagusnya, artikel ini tidak
hanya menggunakan satu jurnal untuk mengungkapkan tentang uji coba ini. Artikel
ini menggunakan dua jurnal dan beberapa pendapat lain yang menurut saya bagus,
karena hal ini dapat memperkecil bias informasi dari hanya satu peneliti. Jurnal
yang pertama yaitu “Fish intelligence, sentience and ethics” karya Culum Brown.
Lalu jurnal yang kedua yaitu “Contingency checking and self-directed behaviors
in giant manta rays: Do elasmobranchs have self-awareness?” karya Csilla Ari
dan Dominic P. D’Agostino. Berikut merupakan beberapa kutipan yang diambil dari
masing-masing jurnal.
Bagian yang diambil dari jurnal
pertama :
a. A review
published by the journal Animal Cognition in 2014 by Culum Brown, an associate
professor at Macquarie University, Sydney, explains that fish are one of the
vertebrate taxa most highly utilised by humans.
b. As Brown
highlights in his review, part of the problem is the large gap between people’s
perception of fish intelligence and the scientific reality. This is an
important issue because public perception guides government policy. The
perception of an animal’s intelligence often drives our decision on whether or
not to include them in our moral circle. From a welfare perspective, most
researchers would suggest that if an animal is sentient, then it can most
likely suffer and should therefore be offered some form of formal protection.
Bagian yang diambil dari jurnal
kedua :
a. In 2016 a
study was published by Dr Csilla Ari and Dr Dominic D’Agostino on giant manta
rays (Manta birostris), which explored the notion of whether these
elasmobranchs could be classed as self-aware. Giant mantas have the largest
brain of all fish species, as described by Ari in 2011; they often form large
feeding aggregations, suggesting complex social interactions and are often
referred to as intelligent. They were therefore seen as ideal candidates for
investigating self-awareness.
b. For the
study Ari and D’Agostino used the mirror self-recognition test (MSR), a method
originally developed by psychologist Gordon Gallup in 1970 as a way to
determine whether a non-human animal has the ability to recognise itself. The
MSR is considered a reliable behavioural index and has been used to prove
self-awareness in the great apes (bonobos, chimpanzees, orangutans and
gorillas), bottlenose dolphins, Eurasian magpies and Asian elephants. In order to
ascertain whether an animal can pass this test, researchers first expose the
animals to a mirror. If they show social responses they likely perceived their
mirror image as another individual and did not recognise themselves in the
mirror. If they show repetitive and unusual movements they are considered
potentially capable of passing the test. In the next phase researchers usually
place a mark on the animal’s body (eg paint). They then observe what happens
when the marked animal is placed in front of a mirror.
c. n the Ari
and D’Agostino study, due to the difficulties associated with marking a manta
ray, observations were made instead in relation to mirror exposure only.
Results showed that the Mantas exhibited unusual and highly repetitive
movements, exploratory, contingency checking and self-directed behaviour when
exposed to the mirror. More specifically they gave selective attention to the
mirror by displaying significantly more repetitive movements (very frequent
cephalic fin movements) than under control conditions (observations made when
no mirror was present) as well as several unusual behaviours, such as exposing
and observing their underside in the mirror and bubble blowing, similar to what
was observed when bottlenose dolphins were exposed to a mirror.
d. Mantas are
also able to change their colour, rapidly increasing the intensity of their
white markings when a new individual approaches (Ari 2014). This was not
observed when they were exposed to the mirror, making it reasonable to assume
that the animals did not perceive their mirror image as a new individual and
that the observed behaviours were not part of normal social interaction.
e. Dsb
Diambil dari
sumber lain :
a. Whilst no
fish species has so far passed this type of test, studies have shown fish
respond to their mirror images differently than they do to members of the same
species (Desjardins and Fenald 2010 and Balzarini et al 2014).
b. It is,
however, worth mentioning that for some species of fish responses to olfactory
cues may be a more appropriate test of self-recognition as opposed to the
visually-biased MSR. A study by Thunken et al in 2009 investigated cave
cichlids and found they had the ability to recognise their own olfactory cues.
Sumber :
https://www.theguardian.com/science/blog/2018/feb/27/mirrors-have-revealed-something-new-about-manta-rays-and-it-reflects-badly-on-us
https://www.theguardian.com/science/2014/mar/28/news-story-research-paper-wellcome-trust-science-writing-prize
Bab 2 Buku "A Fielnd Guide for Science Writers, Second Edition"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar